SOP Pemerahan Susu
Prosedur kebersihan pada seluruh rangkaian pemerahan, dari tangan pemerah sampai susu didinginkan. Ini SOP yang paling dekat dengan mutu susu yang dijual, dan satu satunya yang membahas mastitis.
Untuk apa prosedur ini ada
Ini satu satunya SOP yang berhubungan langsung dengan produk yang dijual peternak. Kalau susunya kotor atau jumlah bakterinya tinggi, koperasi bisa menolak, dan kerja satu hari ikut terbuang. Karena itu prosedurnya mengatur kebersihan di setiap tahap, mulai dari tangan pemerah sampai susu didinginkan.
Dokumennya menyebut dirinya pelengkap SOP Sanitasi Kandang. Yang satu mengatur kebersihan kandang secara umum, yang ini khusus pada rangkaian pemerahan.
Tujuan yang tertulis di dokumennya:
- Mencegah mastitis, radang ambing yang menjadi penyebab utama turunnya jumlah dan kualitas susu.
- Menjaga mutu susu segar agar tetap memenuhi standar nasional, khususnya jumlah bakteri.
- Memastikan susu aman dikonsumsi dan diterima koperasi atau pengepul.
- Menjaga kebersihan diri pemerah dan alat agar tidak menjadi sumber pencemaran susu.
- Memastikan susu ditangani dan didinginkan dengan benar setelah diperah.
- Mendorong pencatatan hasil dan mutu pemerahan secara digital lewat aplikasi SI PATRIOT.
Istilah yang perlu dipahami dulu
Prosedur ini memakai beberapa istilah teknis, dan dokumennya menjelaskan sendiri satu per satu. Tanpa istilah ini langkah langkahnya sulit diikuti.
- Mastitis: radang pada ambing, biasanya karena bakteri masuk lewat puting yang kotor. Produksi susu turun dan kualitasnya jelek.
- Forestripping: memerah dua sampai tiga pancaran susu pertama dari tiap puting secara manual sebelum pemerahan utama, untuk memeriksa ada tidaknya gumpalan sekaligus merangsang keluarnya susu.
- Pre-dip: mencelup atau menyemprot puting dengan cairan desinfektan khusus sebelum pemerahan, sesuai petunjuk produk. Hanya dilakukan bila cairan itu tersedia.
- Post-dip: mencelup atau menyemprot puting dengan cairan khusus setelah pemerahan, untuk membantu mencegah bakteri masuk selagi saluran puting belum menutup.
Yang paling sering keliru dipahami: air bersih atau air hangat dipakai untuk membersihkan kotoran pada puting, lalu puting dikeringkan dengan lap bersih atau tisu sekali pakai. Air hangat bukan pengganti cairan desinfektan. Membersihkan dengan air saja belum sama dengan melakukan pre-dip.
Dua istilah lain muncul pada hasil pemeriksaan laboratorium. Jumlah bakteri menunjukkan tingkat kebersihan susu, dan sel somatis membantu mengetahui kesehatan ambing. Nilai sel somatis yang tinggi bisa menjadi tanda adanya mastitis.
Apa saja yang diatur
Ruang lingkupnya mengikuti urutan kerja pemerahan dari awal sampai susu berpindah tangan:
- Kebersihan diri pemerah, meliputi tangan, kuku, dan pakaian kerja sebelum memerah.
- Pembersihan dan pengeringan puting sebelum pemerahan, lalu forestripping, dan pre-dip bila cairannya tersedia.
- Kebersihan selama proses pemerahan berlangsung.
- Pengecekan puting setelah pemerahan, lewat post-dip.
- Sanitasi peralatan: ember, selang, mesin perah, milk can, dan wadah susu.
- Penanganan dan pendinginan susu segera setelah diperah.
- Pengelolaan limbah cair dari kegiatan pemerahan.
- Pencatatan dan evaluasi hasil serta mutu pemerahan lewat aplikasi SI PATRIOT.
Kenapa forestripping tidak boleh dilewati
Dari seluruh langkah, forestripping yang paling mudah dianggap membuang waktu. Padahal fungsinya ganda. Pancaran pertama diperiksa apakah ada gumpalan, dan gumpalan itu tanda awal mastitis yang bisa terlihat sebelum sapinya kelihatan sakit. Pada saat yang sama, memerah pancaran awal merangsang keluarnya susu.
Melewatinya berarti kehilangan satu pemeriksaan harian yang tidak memerlukan alat apa pun.
Yang perlu diperhatikan
Dokumennya cukup realistis soal ketersediaan bahan. Untuk post-dip disebutkan bahwa jika cairan pencelup belum tersedia, yang diutamakan adalah kebersihan puting, kandang, tangan, dan alat pemerahan. Prosedurnya tidak berhenti hanya karena satu bahan belum ada.
Bagian pendinginan juga menentukan. Susu yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama memberi waktu bakteri berkembang biak, dan itu terbaca pada hasil pemeriksaan. Dokumennya menyebut rantai dingin sebagai rangkaian menjaga susu tetap dingin sejak diperah sampai diterima koperasi atau pengepul.
Ringkasan ini disusun agar prosedurnya bisa dibaca tanpa membuka dokumen aslinya. Angka batas mutu, suhu, dan waktu pendinginan sengaja tidak dikutip di halaman ini karena mengacu pada standar dan hasil pemeriksaan laboratorium. Dokumen SOP tetap menjadi acuan resmi.
Kalau ada tanda tidak normal
Yang perlu diperhatikan: susu menggumpal, warna berubah, ambing bengkak, merah, atau panas, dan sapi kesakitan saat diperah.
- Pisahkan susu sapi tersebut dari susu layak jual. Jangan disetorkan.
- Hubungi petugas kesehatan hewan atau mantri ternak untuk pemeriksaan.
- Catat hasil forestripping dan kondisi ambing, supaya tindak lanjutnya bisa cepat.
Catatan seperti ini adalah pengamatan, bukan diagnosis. Penentuan penyakit dilakukan petugas kesehatan hewan, bukan oleh pencatat maupun oleh aplikasi.
Kaitannya dengan program
Prosedur ini bersinggungan langsung dengan pencatatan. Jumlah susu per pemerahan dan indikasi mastitis adalah dua hal yang muncul dari langkah langkah di atas, dan keduanya yang membuat catatan produksi berguna. Tanpa pemeriksaan harian seperti forestripping, catatan produksi hanya berisi angka volume tanpa penjelasan ketika angkanya turun.